Mungkin Hal ini Menyebabkan Jokowi tertarik Memfokuskan Perhatian Kepada Kelautan

Pembangunan Laut  Jokowi

Pada masa kampanye, Bapak Presiden Jokowi tampaknya menitik beratkan pembangunan pada masa pemerintahannya melalui pembangunan infrastruktur laut, hal ini tidak berarti bahwa beliau tidak memfokuskan pembangunan pada wilayah daratan, mungkin ini hanya pertimbangan mengenai kekuatan Indonesia terletak di dimana atau di sector apa. Asumsi penulis bahwa Bapak Jokowi melihat betapa besarnya potensi kekayaan laut yang dimiliki oleh Indonesia dan menjadi satu kekuatan besar bagi Indonesia yang sampai saat ini belum digali lebih dalam lagi.

Indonesia memiliki laut yang sangat berpotensial dengan kekayaan yang sangat melimpah, dan untuk 5 tahun kedepan akan dikelola oleh Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi. Berikut potensi kekayan laut Indonesia yang harus dikelola oleh “Kabinet Kerja”.

1.Luas Wilayah Laut di Indonesia

Indonesia terdiri dengan dari daratan seluas 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Potensial laut Indoenesia terdir dari 62,88 % dari keseluruhan wilayah territorial Indonesia.

2.Potensi dan Kekayaan Sumber Daya Alam

Sebagai Negara dengan wilayah yang lebih dari setengahnya dari kelautan maka sudah tentu potensi kelautan di Indonesia sangat melimpah. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Prikanan Indonesia Nilai potensi dan kekayaan sumber daya alam yang terdapat pada sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan mencapai 171 miliar dollar AS per tahun. Lebih rinci nilai potensi tersebut meliputi perikanan  32 miliar dollar AS, wilayah pesisir 56 miliar dollar AS, bioteknologi 40 miliar dollar AS, wisata bahari 2 miliar dollar AS, minyak bumi 21 miliar dollar AS dan transportasi laut 20 miliar dollar AS.

Potensi yang sangat besar apabila dari seluruh potensi tersebut dapat dikelola. Dapat di bayangkan bahwa untuk APBN Tahun 2014 saja hanya mencapai Rp 1.249,9 triliun, sementara untuk potensi maksimal laut pada setahun sekitar Rp 2.052,- triliun per tahun(1 Dolar = 12 Rb). Dan itu artinya bahwa 50% saja potensi laut bisa di maksimalkan maka Indonesia dapat memenuhi kebutuhan anggaran Negara dalam waktu satu tahun dari hanya satu sektor yaitu sector laut.

Besarnya potensi yang bisa didapatkan dari laut Indonesia, sudah tentulah Indonesia harus mempunyai sistem, sarana dan prasana untuk memaksimalkan potensi laut tersebut, dan sangat benar ketika Jokowidodo memfokuskan pembangunan pada pembangunan laut. Sebagai awal yang baik Presiden Jokowidodo telah membentuk Kementrian Maritim ide pembentukkan kementerian maritim, yaitu pembentukkan Kementerian Maritim sebagai salah satu Kementerian di bawah Kabinet Presiden Terpilih Jokowi, dan pembentukkan Kementerian Koordinator Maritim yang membawahi kementerian-kementerian terkait dengan hal maritim guna memfokuskan kabinet pada pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pada masa pemerintahannya kali ini Bapak Ir. Jokowidodo mencoba mengeksplorasi laut Indonesia. Dalam kabinetnya yang dinamai denan ”Kabinet Kerja” Bpk. Jokowidodo mempercayakan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dipimpin oleh Susi Pudjiastuti yang hanya berizasah SMP, tetapi tengan melihat pendidikan beliau yang hanya berizasah SMP. Susi sempat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA di Yogyakarta, tetapi pada saat duduk di kelas dua SMA dia berhenti sekolah. Dengan modal Rp 750,- hasil penjualan perhiasan, pada tahun 1983 Susi memulai karirnya sebagai pengepul ikan di Pengandaran, dan bisnisnya terus berkembang. Pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT. Asi Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek Susi Brand. Kemajuan dari bisnis yang dibangun Susi membuatnya mau tak mau membutuhkan sarana pengiriman cepat untuk menjual produk lobster dalam keadaan segar dan akhirnya membentuk berdirinya PT ASI Pudjiastuti Aviation, Bangsa Indonesia sangat mengharapkan dengan seluruh pengalaman yang dimiliki Ibu Susi sehingga dapat mengangkat Indonesia kembali Jaya dalam Bidang Kelautan,